Gambar: Ilustrasi Admin



PILU DI BALIK CANDA dan TAWA



Dalam kehidupan, kita terkadang dihadapkan pada berbagai permasalahan. Lama beraktifitas dan menjalani berbagai kesibukan yang melelahkan. Sekali-kali kita membutuhkan penyegaran agar hidup kita tidak terasa terlalu berat atau menjenuhkan. Terkadang kita memerlukan penyegaran kembal. Salah satu caranya adalah dengan bercanda bersama orang - orang terdekat, bisa keluarga, anak, istri atau sodara dan teman.

Di saat itulah kita dapat melepaskan lelah dan penat dengan canda dan tawa.
Bercanda atau bersenda gurau merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menghibur.

Sahabat bloger yang budiman, bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah kehidupan social bermasyarakat.

Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada. Sebab, setiap tempat dan suasana memang ada bahasa yang tepat untuk diutarakan

Sering dilupakan bahwa kadang candaan yang dibuat bisa membuat orang lain terluka atau tersakiti. Oleh karena itu, dalam bercanda hendaklah memperhatikan kondisi dan dengan siapa kita berhadapan serta tidak pada hal-hal yang sensitif.

Sahabat bloger yang budiman,,,Tak dapat dipungkiri bahwa memang Setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada tipe orang yang suka bercanda namun juga ada orang yang serius atau tidak suka bercanda.

Terkadang juga ada yang mempunyai sifat perasa dan ada juga yang nyantai/ cuek. Mengenali sifat orang dalam bergaul apalagi dalam bercanda sangat diperlukan.

Jangan sampai menempatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan tempatnya sehingga berlaku tidak sopan terhadap saudara kita. Bisa saja dengan ucapan tersebut saudara kita menjadi sakit hati, padahal kita tidak menyadari akan hal tersebut.

Gambar: Ilustrasi Admin

Memang bercanda memiliki kelebihan atau sisi baik yang lebih, misalnya saja untuk memecahkan kebekuan suasana dalam suatu situasi yang memungkinkan untuk bercanda gurau. Kalau kita terlalu serius, kesannya kita kaku dan kurang semangat.

Namun ada juga sisi buruk dari bercana gurau yang berlebihan, Bukannya menghibur orang agar tertawa, melainkan mematahkan hati seseorang… he.. he.. he.., bukannya mematahkan seperti orang yang mematahkan sebuah kayu, tapi menyakiti perasaan orang lain.

Dapat juga mengurangi wibawa kita atau image kita karena orang menilai bahwa orang yang bercanda dalam kadar yang berlebih adalah orang yang memiliki karakter yang ……………... Serta tak lain dan tak bukan adalah menimbulkan rasa sakit hati, bahkan pertengkaran seseorang terhadap orang yang sering bergurau berlebihan.


Gambar:Ilustrasi Admin

Maka, dalam bercanda kita harus memperhatikan situasi, bahan pembicaraan dalam bercanda, dan keadaan siapa dia yang kita bercanda gurau.

"Ya Tuhan, ampuni hamba-Mu yang penuh salah ini. Padahal saya tahu, sikap empati juga harus senantiasa saya miliki. Tapi kenapa sering saya lupa dengan candaan-candaan saya  yang sering menyakiti hati orang lain. Kenapa sering Saya tertawa diatas penderitaan orang lain yang mungkin merasa ditertawai atau dibuat sebagai obyek candaan. Ya Tuhan, berikanlah Kasih Karunia-Mu kepadaku untuk bisa menata hati"

Jaga hatimu selalu supaya hati orang lainpun terjagapiluPilu

6 comments:

  1. Memang, hampir kenyataan. Terkadang kita terlena dlm canda dan tawa kita,,akhirnya kita tidak memperhatikan perasaan org lain

    BalasHapus
  2. Gambar ilustrasinya sakit gigi atau sakit ati agan?

    BalasHapus

 
Chentantris © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top