Tolak Peluru : Pengertian, Gaya dan Prinsip dasar
Chentantris.blogspot.com. Tolak
peluru merupakan salah satu nomor yang terdapat dalam nomor lempar pada cabang
olahraga atletik. Sesuai dengan namanya, maka tolak peluru dilakukan tidak
dilempar akan tetapi ditolak/didorong. Hal ini sesuai pula dengan peraturan, bahwa
peluru itu harus didorong atau ditolak dari bahu dengan satu tangan.
Tolak
peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu alat bundar
(peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu
dengan satu tangan untuk mencapai jarak sejauh-jauhnya. Berat peluru yang digunakan
dalam perlombaan adalah 7,25 kg (untuk putera) dan 4 kg (untuk wanita)
Seperti
kita tahu bahwa dalam Tolak Peluru, ada beberapa teknik atau gaya yang bisa
digunakan dalam perlombaan, semua gaya itu pada dasarnya persis dan hampir sama
pelaksanaannya, hanya berbeda pada posisi badan dan arah pandang ke arah tolakan. Yang perlu anda
ketahui adalah ada beberapa macam gaya dalam tolak peluru, semua gaya dalam tolak
peluru bisa anda kuasai dengan baik jika anda benar-benar sudah mengenal dan
menguasai teknik dasar tolak peluru..
Kali ini chentantris.blogspot.com akan mencoba menguraikan macam-macam gaya serta prinsip-prinsip dasar tolak peluru. Perlu anda ketahui bahwa dalam perlombaan Tolak Peluru ada 2 macam gaya yang digunakan yaitu ; gaya lama atau gaya ortodoks dan gaya baru atau gaya O’brian. Kalau ada gaya lain hanyalah merupakan variasi dari kedua gaya tersebut, dan Prinsip dasar dalam tolak peluru yaitu memegang peluru, sikap badan saat akan menolakkan peluru, cara menolakkan peluru, dan sikap badan setelah menolakkan peluru. Adapun keterangan dan cara melakukannya silahkan anda bisa baca baik-baik.
A. Gaya dalam Tolak Peluru:
Gaya Lama atau Gaya Ortodoks.
Gaya tolak peluru ortodoks ini adalah gaya yang dalam pelaksanaannya menggunakan awalan menyamping dari sudut lemparan. Gaya ini disebut juga gaya menyamping.
Gaya Baru atau Gaya O’brian.
Gaya tolak peluru Gaya O’brian ini merupakan gaya melempar menggunakan sikap awalan dengan membelakangi area tolakan
B. Prinsip Dasar dalam Tolak Peluru:
Cara Memegang peluru
Cara Memegang:Peluru dipegang dengan jari-jari tangan dan terletak pada telapak tangan bagian atas.
Jari-jari tangan direnggangkan atau dibuka (jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk) dipergunakan untuk menahan dan memegang peluru bagian belakang.
Jari kelingking dan ibu jari digunakan untuk memegang/menahan peluru bagian samping, yaitu agar peluru tidak tergelincir ke dalam atau ke luar.
Setelah peluru tersebut dapat dipegang dengan baik, kemudian letakkan pada bahu dan menempel (melekat) di leher. Siku diangkat ke samping sedikit agak serong ke depan.
Pada waktu memegang dan meletakkan peluru pada bahu, usahakan agar keadaan seluruh badan dan tangan jangan sampai kaku, tetapi harus dalam keadaan lemas (rileks). Tangan dan lengan yang lain membantu menjaga keseimbangan.

Peluru diletakkan pada telapak
tangan bagian atas atau pada ujung telapak tangan yang dekat dengan jari-jari
tangan.
Sikap badan saat akan menolak
peluru
Sikap badan saat
akan menolak peluru berikut ini.
Berdiri tegak menyamping ke
arah tolakan, kedua kaki dibuka.
Kaki kiri lurus ke depan,
kaki kanan dengan lutut dibengkokkan ke depan sedikit agak serong ke samping
kanan
Berat badan berada pada kaki
kanan, badan agak condong ke samping kanan. Tangan kanan memegang peluru pada
bahu (pundak), tangan kiri dengan sikut dibengkokkan berada di depan sedikit
agak serong ke atas lemas.
Tangan kiri berfungsi untuk membantu
dan menjaga keseimbangan. Pandangan tertuju ke arah tolakan.
Gerak menolakkan peluru
Gerak Penolakan peluru sebagai
berikut:
Bersamaan dengan memutar badan
ke arah tolakan, siku ditarik serong ke atas ke belakang (ke arah samping
kiri), pinggul dan pinggang serta perut diputar ke depan agak ke atas hingga dada
terbuka menghadap ke depan serong ke atas ke arah tolakan. Dagu diangkat atau
agak ditengadahkan, pandangan tertuju ke arah tolakan.
Saat seluruh badan (dada)
menghadap ke arah tolakan, secepatnya peluru tersebut ditolakkan sekuat-kuatnya
ke atas ke depan ke arah tolakan (parabola) bersamaan dengan bantuan tolakan
kaki kanan.
Sikap badan setelah menolakkan
peluru
Sikap
badan setelah menolakkan peluru, yaitu suatu bentuk gerakan setelah peluru
ditolakkan lepas dari tangan, dengan maksud untuk menjaga keseimbangan badan,
agar badan tidak terjatuh ke depan atau ke luar dari lapangan tempat untuk
melakukan tolakan.
Gerakan
badan setelah menolakkan peluru berikut ini:
Setelah peluru yang ditolakkan
atau didorong tersebut lepas dari tangan, secepatnya kaki yang dipergunakan untuk
menolak itu diturunkan atau mendarat (kaki kanan) kira-kira menempati tempat
bekas kaki kiri (kaki depan), dengan lutut agak dibengkokkan.
Kaki kiri (kaki depan) diangkat
ke belakang lurus dan lemas untuk membantu menjaga keseimbangan.
Badan
condong ke depan, dagu diangkat, badan agak miring ke samping kiri, pandangan
ke arah jatuhnya peluru.
Tangan kanan dengan sikut agak
dibengkokkan berada di depan sedikit agak di bawah badan, tangan/lengan kiri
lemas lurus ke belakang untuk membantu menjaga keseimbangan.
0 comments:
Posting Komentar