KEBUGARAN JASMANI
I.
URAIAN MATERI
A. Pengertian
Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan
dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang
diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan
kelelahan berlebihan yang berarti. Setiap orang membutuhkan kebugaran jasmani
yang baik, agar ia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang
berarti.
Derajat kebugaran jasmani seseorang
sangat menentukan kemampuan fisiknya
dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehari-hari. Kian tinggi derajat kebugaran
jasmani seseorang kian tinggi pula kemampuan kerja fisiknya.
Selain berguna untuk meningkatkan
kebugaran jasmani, latihan kondisi fisik merupakan program pokok dalam
pembinaan atlet untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Atlet yang
memiliki tingkat kebugaran jasmani yang
baik akan terhindar
dari kemungkinan cedera
yang biasanya sering terjadi jika seseorang melakukan kerja
fisik yang berat. Komponen-komponen kebugaran jasmani adalah faktor penentu
derajat kondisi setiap individu.
Seseorang dikatakan bugar jika mampu
melakukan segala aktivitas kehidupan
sehari-hari tanpa mengalami
hambatan yang berarti, dan dapat
melakukan tugas berikutnya dengan
segera.
B. Manfaat
Latihan Kebugaran Jasmani
Manfaat
melakukan latihan kebugaran jasmani secara teratur dan benar dalam jangka waktu
yang cukup adalah berikut ini.
1) Menurunkan
berat badan dan mencegah obesitas
Selain
karena zat-zat makanan atau energi berlebih yang tertimbun di dalam tubuh,
kegemukan dan obesitas juga bisa terjadi karena tubuh kurang beraktivitas. Itu
sebabnya, olahraga merupakan salah satu cara untuk menggerakan tubuh dalam
upaya menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tidak gemuk, apalagi
obesitas. Itulah manfaat latihan kebugaran jasmani.
2) Mencegah
penyakit jantung
Manfaat
latihan kebugaran jasmani juga untuk mencegah penyakit jantung. Ketika
tubuh berolahraga, aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan dari seluruh
tubuh ke jantung menjadi lebih cepat daripada saat tubuh diam. Pada saat itu,
otot-otot jantung berkontraksi dengan
baik. Semakin sering otot jantung dilatih (dengan olahraga), semakin baik pula kinerjanya. Itu artinya, jantung
akan terhindar dari berbagai macam penyakit (seperti stroke,
serangan jantung, jantung koroner, atau yang lainnya).
3) Mencegah
dan mengatur penyakit diabetes
Manfaat
latihan kebugaran jasmani juga dapat mencegah penyakit diabetes. Pada penyakit
diabetes tipe 2, kelainan pada insulin kebanyakan terjadi akibat kegemukan dan
obesitas. Jadi, agar tubuh terhindar dari penyakit diabetes tipe 2, hindarilah
kegemukan dan obesitas.
4) Meningkatkan
kualitas hormone
Saat kita
berolahraga, segala bentuk metabolisme tubuh akan berada pada tingkat yang
optimal. Termasuk juga dengan sistem hormon. Jadi, manfaat latihan kebugaran
jasmani secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas hormon yang ada di
tubuh kita.
5) Menurunkan
tekanan darah tinggi
Tekanan
darah tinggi bisa terjadi akibat adanya gangguan kesehatan, termasuk penyakit
jantung koroner, stroke, dan gagal jantung. Oleh karena itu, untuk
menghindarinya perlu dihindari juga penyakit-penyakit penyebabnya. Olahraga
mampu menghindarkan Kita dari berbagai penyakit jantung dan tekanan darah
tinggi.
6) Menambah
kepintaran
Otak yang
pintar adalah otak yang sirkulasi oksigennya lancar. Olahraga mampu
melancarakan sirkulasi oksigen ke otak. Itu sebabnya, olahraga mampu menjauhkan
kita dari penyakit-penyakit yang melemahkan kerja otak (seperti pikun dan
Alzeimer). Dengan kata lain, manfaat latihan kebugaran jasmani adalah akan
membuat kamu senantiasa pintar.
7) Memberi
banyak energy
Jika kamu
rutin berolahraga, kamu akan bisa tidur nyenyak, berpikir jernih,
terhindar dari stres, dan berbagai hal
lain yang bisa menguras energi. Ini sama saja memberikan kesempatan bagi tubuh
untuk memproduksi banyak energi.
8) Mengurangi
LDL dan menaikkan HDL
Dalam suatu
penelitian disebutkan bahwa jalan kaki atau jogging selama 24 hingga
32 km per minggu mampu menurunkan “lemak jahat” (LDL = Low Density
Lipoprotein) dan menaikkan “lemak baik” (HDL = High Density Lipoprotein).
9) Menurunkan
gejala depresi ringan dan kegelisahan
Saat
berolahraga, tubuh kita akan merasa rileks. Inilah salah satu manfaat latihan kebugaran
jasmani. Hal ini tentu saja mempengaruhi depresi. Dalam sebuah sumber disebutkan
bahwa salah satu penanganan terhadap orang-orang yang mengalami depresi ringan
adalah diberi latihan olahraga.
10) Menurunkan
risiko kanker tertentu
Manfaat
latihan kebugaran jasmani juga dapat menurunkan risiko kanker. Dalam suatu penelitian
dikatakan bahwa ternyata olahraga dapat menurunkan tingkat risiko kanker tertentu
sebesar 30%. Kanker tersebut misalnya saja kanker kolon (usus besar), kanker payudara,
kanker paru-paru, dan multiple myeloma (sumsum tulang).
11)
Melindungi dari osteoporosis
Para ahli
berpendapat bahwa anak-anak yang banyak bergerak (aktif ) akan memiliki tulang yang kuat. Sehingga, mereka terhindar
dari risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) ketika sudah dewasa.
12)
Meningkatkan citra diri dan rasa
percaya diri
Dalam suatu
jurnal psikologi disebutkan bahwa sekecil apa pun olahraga bisa meningkatkan citra
diri dan rasa percaya diri pada pelakunya. Itulah manfaat latihan kebugaran
jasmani yang tidak sadar kita rasakan.
13) Meningkatkan
mood
Jika kita
sedang jenuh, olahraga adalah salah satu cara yang bisa menghilangkannya. Sebuah
studi mengatakan bahwa olahraga aerobik dapat mengurangi ketegangan dan membuat
kita semangat lagi.
14) Membuat
awet muda
Jika kamu melihat
artis Minati Atmanegara, pernahkah kamu penasaran dengan usianya? Di tahun 2013
ini dia berusia 54 tahun. Akan tetapi, jika dilihat dari fisiknya, dia bak
seorang ibu yang baru berusia 35 tahun. Hal ini tentu saja karena dia rajin
berolahraga. Manfaat latihan kebugaran jasmani membuat orang tampak awet muda.
15)
Membuat anak-anak selalu aktif
Dalam suatu
penelitian diungkapkan bahwa ternyata orangtua yang rajin berolahraga akan
membuat anak-anaknya selalu aktif dan ceria.
C. Bentuk-Bentuk
Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan kebugaran jasmani merupakan
salah satu syarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan kebugaran
jasmani seseorang, dapat dikatakan
sebagai keperluan dasar
yang tidak dapat
diabaikan. Karena banyaknya macam sikap gerak yang harus dilakukan, maka
perlu disiapkan berbagai unsur kondisi fisik
sebaik-baiknya. Untuk mencapai hal tersebut, unsur-unsur kebugaran
jasmani perlu dilatih.
Tanpa penguasaan unsur-unsur kebugaran
jasmani tersebut siswa tidak mungkin mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat.
siswa diminta untuk membaca berbagai bentukbentuk latihan kebugaran jasmani
dengan cermat, kemudian siswa diminta untuk melakukan bersama-sama teman-temannya
untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang
ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara melakukan latihan yang baik.
Yakinlah siswa bisa menjadi apapun
yang dia inginkan, dengan catatan kalian serius dan sepenuh hati melakukannya.
Unsur-unsur kebugaran jasmani antara
lain: (1) kekuatan (strength), (2) daya (power),
(3) kecepatan (speed), (4) kelentukan
(flexibility), (5) kelincahan (agility), (6) daya tahan
(endurance) dan (7) daya tahan
kecepatan (stamina).
Pada bagian ini akan dipaparkan
bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani antara lain:
kekuatan, daya tahan otot, daya tahan
jantung dan paru-paru.
1. Aktivitas
latihan kekuatan
Kekuatan
adalah ketegangan yang terjadi atau kemampuan otot untuk suatu ketahanan
akibat suatu
beban. Beban tersebut dapat dari bobot badan sendiri atau dari luar (external resistance).
Kekuatan dapat ditingkatkan dengan latihan yang menimbulkan tahanan, misalnya mengangkat,
mendorong dan menarik. Latihan akan memberikan dampak pada peningkatan kekuatan
bila beban yang menimbulkan tahan tersebut maksimal atau hampir maksimal kekuatan.
Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan
terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting untuk
meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.
Bentuk-bentuk
latihan kekuatan secara sederhana antara lain sebagai berikut:
a.
Aktivitas
latihan kekuatan otot perut
b.
Aktivitas
latihan kekuatan otot kedua lengan
c.
Aktivitas
latihan kekuatan otot punggung
d.
Aktivitas
latihan kekuatan otot lengan
e.
Aktivitas
latihan kekuatan otot tungkai (naik turun bangku)
2. Aktivitas
latihan daya tahan otot
Daya
tahan otot adalah kemampuan otot-otot untuk melakukan tugas gerak yang
membebani
otot dalam waktu yang cukup lama. Salah satu bentuk latihan daya tahan otot adalah
latihan weight training (Pembelajaran beban). Bentuk-bentuk latihan daya tahan
otot secara sederhana antara lain sebagai berikut:
a. Aktivitas
latihan daya tahan otot lengan dan bahu
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas latihan daya tahan otot lengan
dan bahu untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
(1)
Latihan
dilakukan dengan cara berjalan dengan menggunakan kedua lengan dan kedua kaki
dipegang oleh salah seorang teman.
(2)
Lakukan
latihan ini berulang-ulang secara bergantian dengan teman.
(3)
Jarak
yang ditempuh 15 – 20 meter.
b. Aktivitas
latihan daya tahan otot tungkai
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas latihan daya tah tungkai untuk meningkatkan kebugaran jasmani
berikut ini.
(1)
Sikap
jongkok, kedua lutut ditekuk rapat.
Tumit dalam posisi terangkat sehingga pada bagian belakang rapat dengan
betis.
(2)
Lemparkan
kedua tungkai ke belakang secara bersamaan kemudian kembali ke sikap jongkok.
(3)
Lemparkan
tungkai ke belakang lagi kemudian jongkok dan berdiri.
(4)
Lakukan
pembelajaran ini berulang-ulang dengan hitungan 2 x 8 hitungan.
c. Aktivitas
latihan daya tahan otot lengan berpasangan
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas latihan daya tahan otot lengan
secara berpasangan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sebagai berikut.
(1) Duduk terlunjur berpasangan dan saling
berhadapan.
(2) Kaki sedikit dibuka, telapak kaki
saling dirapatkan dan kedua tangan saling berpegangan.
(3) Salah seorang teman menarik ke
belakang sambil berbaring, sedangkan teman lain membungkukkan badan sambil
mendorong ke depan.
(4) Lutut kedua kaki dalam posisi ditekuk.
(5) Lakukan Pembelajaran ini secara
bergantian dan saling menarik.
d. Aktivitas
latihan daya tahan otot lengan (naik palang tunggal)
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas latihan daya tahan otot lengan (naik palang tunggal) untuk
meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
(1) Naik ke atas bangku yang telah
disiapkan. Pegang palang tunggal dengan
telapak tangan menghadap ke depan.
(2) Jarak kedua tangan yang memegang
palang tunggal adalah selebar bahu.
(3) Singkirkan bangku agar yang memegang
palang tunggal bergantung. Tangan dalam
posisi lurus.
(4) Setelah ada aba-aba “Mulai” angkat
badan hingga dagu melewati palang tunggal (kepala tidak boleh ditengadahkan).
(5) Selanjutnya turunkan badan hingga
kedua tangan betul-betul lurus dan badan tetap bergantung.
(6) Lakukan pembelajaran ini secara
berulang-ulang selama 30 detik.
3. Aktivitas
latihan daya tahan jantung dan paru-paru
Daya tahan
adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama.
Istilah lainnya yang sering digunakan ialah respirato-cardio-vaskulair
endurance, yaitu daya tahan yang bertalian dengan pernafasan, jantung dan
peredaran darah. Karena itu bentuk latihan untuk meningkatkan data tahan
pernafasan, jantung dan peredaran darah ini disebut ergosistem sekunder yang
dilatih melalui peningkatan ergosistem primer (sistem sarafotot dan tulang
kerangka).
Latihan yang
dapat meningkatkan dan mengembangkan daya tahan jantung dan paru-paru antara
lain: lari jarak jauh, renang jarak jauh, cross-country atau lari lintas alam,
fartlek, interval training atau bentuk Pembelajaran apapun yang memaksa tubuh
untuk bekerja dalam waktu yang lama (lebih dari 6 menit). Dalam bagian ini akan
dijelaskan mengenai interval training.
Interval
training adalah suatu sistem latihan yang diselingi oleh interval-interval yang
berupa
masa-masa intirahat. Interval training adalah acara latihan yang penting
dimasukan dalam program latihan
keseluruhan. Bentuk latihan dalam interval training dapat berupa lari (interval
running) atau renang (interval swimming).
Beberapa
faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training antara
lain:
1)
Lamanya
latihan
2)
Beban
(intensitas) latihan
3)
Ulangan
(repetision) melakukan latihan
4)
Masa
istirahat (recovery interval) setelah setiap repetisi latihan.
4. Aktivitas
latihan kelenturan (fleksibilitas)
Kelenturan
(fleksibility) adalah luas gerak persendian atau kemampuan seseorang untuk
menggerakan
anggota badan pada luas gerak tertentu pada suatu persendian. Kelenturan dapat
ditingkatkan dengan bentuk latihan mengayun, memutar, dan memantul-mantulkan atau
menggerak-gerakan anggota tubuh.
a.
Manfaat
latihan kelenturan
Kelenturan
adalah keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian.
Latihan kelentukan atau fleksibilitas bertujuan agar otot-otot pada sendi tidak
kaku dan dapat bergerak dengan leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti. Bentuk
gerakan pada latihan kelentukan, tentunya harus disesuaikan dengan sifat dan
bentuk dari gerak persendian tersebut.
b.
Bentuk-bentuk
latihan kelenturan
Latihan
kelenturan adalah senam ketangkasan dasar-dasar yang didahului dengan latihan
pemanasan (warming-up). Bentuk-bentuk latihan kelenturan ada dua bentuk, yaitu:
peregangan dinamis dan peregangan
statis. Bentuk-bentuk latihan kelenturan adalah berikut:
1) Aktivitas
latihan peregangan dinamis
Bentuk-bentuk
latihan peregangan dinamis adalah berikut ini:
a) Latihan kelenturan otot lengan dan
bahu
b) Latihan kelenturan otot leher
c) Latihan kelenturan otot pinggang
d) Latihan kelenturan otot tungkai
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas latihan peregangan dinamis untuk meningkatkan kebugaran
jasmani berikut ini.
Selanjutnya
siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan teman maupun guru. Siswa melakukan latihan
peregangan dinamis. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara
berikut:
(a) Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b) Bandingkan gerakan yang siswa lakukan
dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
(c) Diskusikan dengan guru atau teman bila
ada kesulitan.
2) Aktivitas
latihan peregangan statis
Bentuk-bentuk
latihan peregangan statis adalah berikut ini:
a) Latihan kelenturan otot fleksi siku
b) Latihan kelenturan otot bahu
c) Latihan kelenturan otot leher
d) Pembelajaran kelenturan otot pinggang
e) Latihan kelenturan tungkai dan
punggung
f)
Latihan
kelenturan
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas latihan peregangan statis untuk meningkatkan kebugaran jasmani
berikut ini.
c.
Aktivitas
tes kebugaran jasmani
1) Fungsi
tes kebugaran jasmani
Kebugaran
jasmani merupakan bagian dari total fitness. Dalam total fitness terdaat
beberapa komponen yaitu: Anatomical fitness, physiological fitness dan psychological
fitness.
Menurut
Karpovich, bahwa physical fitness adalah suatu kemampuan untuk melakukan suatu tugas tertentu yang memerlukan usaha
otot. Menurut Direktorat Jenderal Olahraga dan Pemuda, yang dimaksud dengan
physical fitness adalah kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan
dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Tes kesegaran jasmani
Indonesia, terdiri dari lima butir tes, dengan rangkaian butir tesnya yaitu:
(1) Lari cepat (50 meter), (2) Angkat tubuh (pull-up/ 30 detik untuk puteri dan
60 detik untuk putera), (3) Baring duduk (sit-up/60 detik), (4) Loncat tegak
(vertical jump), dan (5) Lari jauh (800 m untuk puteri dan 1.000 meter untuk
putera).
2) Bentuk-bentuk
tes kebugaran jasmani
Siswa
diminta untuk mengamati dan meragakan
aktivitas tes kebugaran jasmani (lari cepat 60 meter) berikut ini.
a.
Aktivitas
tes lari cepat 60 meter
1)
Tujuan :
mengukur kecepatan lari seseorang.
2)
Alat/fasilitas : lintasan lari, peluit, stopwatch,
bendera start dan tiang pancang.
3)
Pelaksanaan
:
a)
Siswa
berdiri di belakang garis start dengan sikap berdiri.
b)
Apabila
ada aba-aba “ya” siswa lari ke depan secepat mungkin menempuh jarak 50 meter.
c)
Pada
saat siswa menyentuh/melewati garis finish stopwatch dihentikan.
4)
Cara
memberi skor:
Skor
hasil tes yaitu waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 meter.
Waktu
dicatat sampai persepuluh detik.
b.
Aktivitas
tes angkat tubuh (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera)
1)
Tujuan : mengukur kekuatan dan daya
tahan otot lengan dan otot bahu.
2)
Alat/fasilitas : lantai, palang tunggal, stopwatch
dan formulir pencatat hasil.
3)
Pelaksanaan
:
a)
Siswa
bergantung pada palang tunggal, sehingga kepala, badan dan tungkai lurus.
b)
Kedua
lengan dibuka selebar bahu dan keduanya lurus.
c)
Kemudian
siswa mengangkat tubuhnya dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu
menyentuh atau melewati palang tunggal, lalu kembali ke sikap semula.
d)
Lakukan
gerakan tersebut secara berulang-ulang, tanpa istirahat selama (30 detik untuk
puteri dan 60 detik untuk putera).
4)
Cara
memberi skor:
Skor hasil tes yaitu jumlah angkatan
tubuh yang dilakukan dengan benar selama (30 detik untuk puteri dan 60 detik
untuk putera). Setiap gerakan angkat tubuh yang tidak benar diberi nilai 0
(nol).
c.
Aktivitas
tes baring duduk 60 detik
1)
Tujuan : mengukur kekuatan dan daya
tahan otot perut.
2)
Alat/fasilitas
: lantai, palang tunggal,
stopwatch dan formulir pencatat hasil.
3)
Pelaksanaan
:
a)
Siawa
berbaring di atas lantai/rumput, kedua lutut ditekuk kurang lebih 90 derajat.
b)
Kedua
tangan dilipat dan diletakkan di belakang kepala dengan jari tangan saling
berkaitan dan kedua lengan menyentuh lantai.
c)
Salah
seorang teman membantu memegang dan menekan kedua pergelangan kaki, agar kaki
tidak terangkat.
d)
Apabila
ada aba-aba “ya”, siswa bergerak mengambil sikap duduk, sehingga kedua sikunya
menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap semula.
e)
Lakukan
gerakan itu berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat dalam waktu 60 detik.
4)
Cara
memberi skor:
Skor hasil tes yaitu jumlah baring
duduk yang dilakukan dengan benar selama
60 detik. Setiap gerakan angkat tubuh yang tidak benar diberi nilai 0
(nol).
d.
Aktivitas
Tes loncat tegak
1)
Tujuan : mengukur daya ledak (tenaga
eksplosif ) otot tungkai.
2)
Alat/fasilitas
: dinding, papan berwarna gelap
berukuran (30 x 150 cm) berskala satuan ukuran sentimeter yang digantung pada
dinding dengan ketinggian jarak antara lantai dengan nol pada papan skala
ukuran 150 cm, serbuk kapur dan alat penghapus, dan formulir pencatat hasil.
3)
Pelaksanaan
:
a)
Siswa
berdiri tegak dekat dinding, kedua kaki berada dekat papan dinding di samping
tangan kiri atau kanannya.
b)
Kemudian
tangan yang berada dekat dinding diangkat lurus ke atas, telapak tangan
ditempelkan pada papan berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya.
c)
Kedua
tangan lurus berada di samping badan kemudian siswa mengambil sikap awalan
dengan membengkokkan kedua lutut dan kedua tangan diayun ke belakang.
d)
Seterusnya
siswa meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan berskala dengan tangan
yang terdekat dengan dinding, sehingga meninggalkan bekas raihan pada papan
berskala. Tanda ini menampilkan tinggi raihan loncatan siswa tersebut.
4)
Cara
memberi skor:
Ambil
tinggi raihan yang tertinggi dari ketiga kali loncatan, sebagai hasil tes
loncat tegak. Hasil loncat tegak diperoleh dengan cara hasil raihan tertinggi
dari salah satu loncatan tersebut dikurangi tinggi raihan tanpa loncatan.
Contoh: Rasyad tinggi raihan tanpa loncatan 165 cm, sedangkan tinggi raihan
loncatannya mencapai 220 cm, maka skor tegaknya yaitu 220 cm – 165 cm = 55 cm.
e.
Aktivitas
tes lari jauh (1.000 meter untuk puteri dan 1.200 meter untuk putera)
1)
Tujuan : mengukur daya tahan (cardio
repiratory endurance)
2)
Alat/fasilitas
: lapangan, bendera start,
peluit, stopwatch, nomor dada, tanda/garis start dan finish, dan formulir
pencatat hasil.
3)
Pelaksanaan
:
a)
siswa
berdiri di belakang garis start. Pada aba-aba “siap” siswa mengambil sikap start
berdiri untuk siap berlari.
b)
Pada
aba-aba “ya” siswa berlari menuju garis finish, dengan menempuh jarak (1.000
meter untuk puteri dan 1.200 meter untuk putera).
c)
Bila
ada siswa yang mencuri start, maka siswa tersebut dapat mengulangi tes tersebut.
4)
Cara
memberi skor:
Hasil
yang dicatat sebagai skor lari 800 meter (puteri) dan 1.000 meter (putera) adalah
waktu yang dicapai dalam menempuh jarak tersebut. Hasil dicatat sampai sepersepuluh
detik.
II.
TUGAS
Setelah
Mempelajari/Membaca Materi tersebut diatas, silahkan kerjakan tugas dibawah
ini:
0 comments:
Posting Komentar