KEBUGARAN JASMANI


I.   URAIAN MATERI
A.  Pengertian Kebugaran Jasmani
Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan penyesuaian terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti. Setiap orang membutuhkan kebugaran jasmani yang baik, agar ia dapat melaksanakan pekerjaannya dengan efektif  dan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti.

Derajat kebugaran jasmani seseorang sangat menentukan kemampuan   fisiknya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sehari-hari. Kian tinggi derajat kebugaran jasmani seseorang kian tinggi pula kemampuan kerja fisiknya.

Selain berguna untuk meningkatkan kebugaran jasmani, latihan kondisi fisik merupakan program pokok dalam pembinaan atlet untuk berprestasi dalam suatu cabang olahraga. Atlet yang memiliki tingkat kebugaran jasmani yang  baik  akan  terhindar  dari  kemungkinan  cedera  yang  biasanya  sering terjadi jika seseorang melakukan kerja fisik yang berat. Komponen-komponen kebugaran jasmani adalah faktor penentu derajat kondisi setiap individu.

Seseorang dikatakan bugar jika mampu melakukan segala  aktivitas  kehidupan   sehari-hari  tanpa  mengalami  hambatan  yang berarti, dan dapat melakukan tugas berikutnya  dengan segera.

B.  Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani
Manfaat melakukan latihan kebugaran jasmani secara teratur dan benar dalam jangka waktu yang cukup adalah berikut ini.
1)  Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas
Selain karena zat-zat makanan atau energi berlebih yang tertimbun di dalam tubuh, kegemukan dan obesitas juga bisa terjadi karena tubuh kurang beraktivitas. Itu sebabnya, olahraga merupakan salah satu cara untuk menggerakan tubuh dalam upaya menurunkan berat badan atau menjaga berat badan agar tidak gemuk, apalagi obesitas. Itulah manfaat latihan kebugaran jasmani.
2)  Mencegah penyakit jantung
Manfaat latihan kebugaran jasmani  juga untuk mencegah penyakit jantung. Ketika tubuh berolahraga, aliran darah dari jantung ke seluruh tubuh dan dari seluruh tubuh ke jantung menjadi lebih cepat daripada saat tubuh diam. Pada saat itu, otot-otot jantung  berkontraksi dengan baik. Semakin sering otot jantung dilatih (dengan olahraga), semakin  baik pula kinerjanya. Itu artinya, jantung akan terhindar dari berbagai macam penyakit (seperti  stroke,  serangan jantung, jantung koroner, atau yang lainnya).
3)  Mencegah dan mengatur penyakit diabetes
Manfaat latihan kebugaran jasmani juga dapat mencegah penyakit diabetes. Pada penyakit diabetes tipe 2, kelainan pada insulin kebanyakan terjadi akibat kegemukan dan obesitas. Jadi, agar tubuh terhindar dari penyakit diabetes tipe 2, hindarilah kegemukan dan obesitas.
4)  Meningkatkan kualitas hormone
Saat kita berolahraga, segala bentuk metabolisme tubuh akan berada pada tingkat yang optimal. Termasuk juga dengan sistem hormon. Jadi, manfaat latihan kebugaran jasmani secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas hormon yang ada di tubuh kita.
5)  Menurunkan tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi bisa terjadi akibat adanya gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung koroner,  stroke,  dan gagal jantung. Oleh karena itu, untuk menghindarinya perlu dihindari juga penyakit-penyakit penyebabnya. Olahraga mampu menghindarkan Kita dari berbagai penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
6)  Menambah kepintaran
Otak yang pintar adalah otak yang sirkulasi oksigennya lancar. Olahraga mampu melancarakan sirkulasi oksigen ke otak. Itu sebabnya, olahraga mampu menjauhkan kita dari penyakit-penyakit yang melemahkan kerja otak (seperti pikun dan Alzeimer). Dengan kata lain, manfaat latihan kebugaran jasmani adalah akan membuat kamu senantiasa pintar.
7)  Memberi banyak energy
Jika kamu rutin berolahraga, kamu akan bisa tidur nyenyak, berpikir jernih, terhindar  dari stres, dan berbagai hal lain yang bisa menguras energi. Ini sama saja memberikan kesempatan bagi tubuh untuk memproduksi banyak energi.
8)  Mengurangi LDL dan menaikkan HDL
Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa jalan kaki atau jogging selama 24 hingga 32 km per minggu mampu menurunkan “lemak jahat” (LDL =  Low Density Lipoprotein) dan menaikkan “lemak baik” (HDL =  High Density Lipoprotein).
9)  Menurunkan gejala depresi ringan dan kegelisahan
Saat berolahraga, tubuh kita akan merasa rileks. Inilah salah satu manfaat latihan kebugaran jasmani. Hal ini tentu saja mempengaruhi depresi. Dalam sebuah sumber disebutkan bahwa salah satu penanganan terhadap orang-orang yang mengalami depresi ringan adalah diberi latihan olahraga.
10)   Menurunkan risiko kanker tertentu
Manfaat latihan kebugaran jasmani juga dapat menurunkan risiko kanker. Dalam suatu penelitian dikatakan bahwa ternyata olahraga dapat menurunkan tingkat risiko kanker tertentu sebesar 30%. Kanker tersebut misalnya saja kanker kolon (usus besar), kanker payudara, kanker paru-paru, dan  multiple myeloma (sumsum tulang).
11)   Melindungi dari osteoporosis 
Para ahli berpendapat bahwa anak-anak yang banyak bergerak (aktif ) akan memiliki  tulang yang kuat. Sehingga, mereka terhindar dari risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) ketika sudah dewasa.



12)   Meningkatkan citra diri dan rasa percaya diri 
Dalam suatu jurnal psikologi disebutkan bahwa sekecil apa pun olahraga bisa meningkatkan citra diri dan rasa percaya diri pada pelakunya. Itulah manfaat latihan kebugaran jasmani yang tidak sadar kita rasakan.
13)   Meningkatkan  mood 
Jika kita sedang jenuh, olahraga adalah salah satu cara yang bisa menghilangkannya. Sebuah studi mengatakan bahwa olahraga aerobik dapat mengurangi ketegangan dan membuat kita semangat lagi.
14)   Membuat awet muda
Jika kamu melihat artis Minati Atmanegara, pernahkah kamu penasaran dengan usianya? Di tahun 2013 ini dia berusia 54 tahun. Akan tetapi, jika dilihat dari fisiknya, dia bak seorang ibu yang baru berusia 35 tahun. Hal ini tentu saja karena dia rajin berolahraga. Manfaat latihan kebugaran jasmani membuat orang tampak awet muda.
15)   Membuat anak-anak selalu aktif
Dalam suatu penelitian diungkapkan bahwa ternyata orangtua yang rajin berolahraga akan membuat anak-anaknya selalu aktif dan ceria.

C.  Bentuk-Bentuk Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan kebugaran jasmani merupakan salah satu syarat yang sangat diperlukan dalam usaha peningkatan kebugaran jasmani seseorang, dapat dikatakan  sebagai  keperluan  dasar  yang  tidak  dapat  diabaikan. Karena banyaknya macam sikap gerak yang harus dilakukan, maka perlu disiapkan berbagai unsur kondisi fisik  sebaik-baiknya. Untuk mencapai hal tersebut, unsur-unsur kebugaran jasmani perlu dilatih.

Tanpa penguasaan unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut siswa tidak mungkin mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat. siswa diminta untuk membaca berbagai bentukbentuk latihan kebugaran jasmani dengan cermat, kemudian siswa diminta untuk melakukan bersama-sama teman-temannya untuk mempraktikkan berbagai jenis bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang ada dalam buku ini, kemudian diskusikan cara melakukan latihan yang baik.
Yakinlah siswa bisa menjadi apapun yang dia inginkan, dengan catatan kalian serius dan sepenuh hati melakukannya.

Unsur-unsur kebugaran jasmani antara lain: (1) kekuatan (strength), (2) daya (power),
(3) kecepatan (speed), (4) kelentukan (flexibility), (5) kelincahan (agility), (6) daya tahan
(endurance) dan (7) daya tahan kecepatan (stamina).
Pada bagian ini akan dipaparkan bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani antara lain:
kekuatan, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru.

1.   Aktivitas latihan kekuatan
Kekuatan adalah ketegangan yang terjadi atau kemampuan otot untuk suatu ketahanan
akibat suatu beban. Beban tersebut dapat dari bobot badan sendiri atau dari luar (external resistance). Kekuatan dapat ditingkatkan dengan latihan yang menimbulkan tahanan, misalnya mengangkat, mendorong dan menarik. Latihan akan memberikan dampak pada peningkatan kekuatan bila beban yang menimbulkan tahan tersebut maksimal atau hampir maksimal kekuatan. Kekuatan adalah kemampuan otot untuk melakukan kontraksi guna membangkitkan ketegangan terhadap suatu tahanan. Kekuatan otot adalah komponen yang sangat penting untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.

Bentuk-bentuk latihan kekuatan secara sederhana antara lain sebagai berikut:
a.   Aktivitas latihan kekuatan otot perut
b.   Aktivitas latihan kekuatan otot kedua lengan
c.   Aktivitas latihan kekuatan otot punggung
d.   Aktivitas latihan kekuatan otot lengan
e.   Aktivitas latihan kekuatan otot tungkai (naik turun bangku)

2.   Aktivitas latihan daya tahan otot
Daya tahan otot adalah kemampuan otot-otot untuk melakukan tugas gerak yang
membebani otot dalam waktu yang cukup lama. Salah satu bentuk latihan daya tahan otot adalah latihan weight training (Pembelajaran beban). Bentuk-bentuk latihan daya tahan otot secara sederhana antara lain sebagai berikut:
a.   Aktivitas latihan daya tahan otot lengan dan bahu
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas latihan daya tahan otot lengan  dan bahu untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
(1)    Latihan dilakukan dengan cara berjalan dengan menggunakan kedua lengan dan kedua kaki dipegang oleh salah seorang teman.
(2)    Lakukan latihan ini berulang-ulang secara bergantian dengan teman.
(3)    Jarak yang ditempuh 15 – 20 meter.

b.   Aktivitas latihan daya tahan otot tungkai
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas latihan daya tah tungkai untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
(1)    Sikap jongkok, kedua lutut ditekuk rapat.  Tumit dalam posisi terangkat sehingga pada bagian belakang rapat dengan betis.
(2)    Lemparkan kedua tungkai ke belakang secara bersamaan kemudian kembali ke sikap jongkok.
(3)    Lemparkan tungkai ke belakang lagi kemudian jongkok dan berdiri.
(4)    Lakukan pembelajaran ini berulang-ulang dengan hitungan 2 x 8 hitungan.

c.   Aktivitas latihan daya tahan otot lengan berpasangan
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas latihan daya tahan otot lengan  secara berpasangan untuk meningkatkan kebugaran jasmani sebagai berikut.
(1) Duduk terlunjur berpasangan dan saling berhadapan.
(2) Kaki sedikit dibuka, telapak kaki saling dirapatkan dan kedua tangan saling berpegangan.
(3) Salah seorang teman menarik ke belakang sambil berbaring, sedangkan teman lain membungkukkan badan sambil mendorong ke depan.
(4) Lutut kedua kaki dalam posisi ditekuk.
(5) Lakukan Pembelajaran ini secara bergantian dan saling menarik.

d.   Aktivitas latihan daya tahan otot lengan (naik palang tunggal)
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas latihan daya tahan otot lengan (naik palang tunggal) untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
(1) Naik ke atas bangku yang telah disiapkan.  Pegang palang tunggal dengan telapak tangan menghadap ke depan.
(2) Jarak kedua tangan yang memegang palang tunggal adalah selebar bahu.
(3) Singkirkan bangku agar yang memegang palang tunggal bergantung.  Tangan dalam posisi lurus.
(4) Setelah ada aba-aba “Mulai” angkat badan hingga dagu melewati palang tunggal (kepala tidak boleh ditengadahkan).
(5) Selanjutnya turunkan badan hingga kedua tangan betul-betul lurus dan badan tetap bergantung.
(6) Lakukan pembelajaran ini secara berulang-ulang selama 30 detik.

3.   Aktivitas latihan daya tahan jantung dan paru-paru
Daya tahan adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kerja dalam waktu yang relatif lama. Istilah lainnya yang sering digunakan ialah respirato-cardio-vaskulair endurance, yaitu daya tahan yang bertalian dengan pernafasan, jantung dan peredaran darah. Karena itu bentuk latihan untuk meningkatkan data tahan pernafasan, jantung dan peredaran darah ini disebut ergosistem sekunder yang dilatih melalui peningkatan ergosistem primer (sistem sarafotot dan tulang kerangka).

Latihan yang dapat meningkatkan dan mengembangkan daya tahan jantung dan paru-paru antara lain: lari jarak jauh, renang jarak jauh, cross-country atau lari lintas alam, fartlek, interval training atau bentuk Pembelajaran apapun yang memaksa tubuh untuk bekerja dalam waktu yang lama (lebih dari 6 menit). Dalam bagian ini akan dijelaskan mengenai interval training.

Interval training adalah suatu sistem latihan yang diselingi oleh interval-interval yang
berupa masa-masa intirahat. Interval training adalah acara latihan yang penting dimasukan  dalam program latihan keseluruhan. Bentuk latihan dalam interval training dapat berupa lari (interval running) atau renang (interval swimming).

Beberapa faktor yang harus dipenuhi dalam menyusun program interval training antara lain:
1)    Lamanya latihan
2)    Beban (intensitas) latihan
3)    Ulangan (repetision) melakukan latihan
4)    Masa istirahat (recovery interval) setelah setiap repetisi latihan.



4.   Aktivitas latihan kelenturan (fleksibilitas)
Kelenturan (fleksibility) adalah luas gerak persendian atau kemampuan seseorang untuk
menggerakan anggota badan pada luas gerak tertentu pada suatu persendian. Kelenturan dapat ditingkatkan dengan bentuk latihan mengayun, memutar, dan memantul-mantulkan atau menggerak-gerakan anggota tubuh.
a.    Manfaat latihan kelenturan
Kelenturan adalah keleluasaan atau kemudahan gerakan, terutama pada otot-otot persendian. Latihan kelentukan atau fleksibilitas bertujuan agar otot-otot pada sendi tidak kaku dan dapat bergerak dengan leluasa, tanpa ada gangguan yang berarti. Bentuk gerakan pada latihan kelentukan, tentunya harus disesuaikan dengan sifat dan bentuk dari gerak persendian tersebut.

b.    Bentuk-bentuk latihan kelenturan
Latihan kelenturan adalah senam ketangkasan dasar-dasar yang didahului dengan latihan pemanasan (warming-up). Bentuk-bentuk latihan kelenturan ada dua bentuk, yaitu: peregangan  dinamis dan peregangan statis. Bentuk-bentuk latihan kelenturan adalah berikut:
1)  Aktivitas latihan peregangan dinamis
Bentuk-bentuk latihan peregangan dinamis adalah berikut ini:
a)  Latihan kelenturan otot lengan dan bahu
b)  Latihan kelenturan otot leher
c)  Latihan kelenturan otot pinggang
d)  Latihan kelenturan otot tungkai
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas latihan peregangan dinamis untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.
Selanjutnya siswa diminta untuk mendiskusikan hasil pengamatan, baik dengan  teman maupun guru. Siswa melakukan latihan peregangan dinamis. Kemudian membandingkan hasil pengamatannya dengan cara berikut:
(a)  Rasakan gerakan yang siswa lakukan.
(b)  Bandingkan gerakan yang siswa lakukan dengan hasil pengamatan dan gerakan mana yang paling mudah dilakukan siswa.
(c)  Diskusikan dengan guru atau teman bila ada kesulitan.

2)  Aktivitas latihan peregangan statis
Bentuk-bentuk latihan peregangan statis adalah berikut ini:
a)  Latihan kelenturan otot fleksi siku
b)  Latihan kelenturan otot bahu
c)  Latihan kelenturan otot leher
d)  Pembelajaran kelenturan otot pinggang
e)  Latihan kelenturan tungkai dan punggung
f)   Latihan kelenturan
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas latihan peregangan statis untuk meningkatkan kebugaran jasmani berikut ini.

c.    Aktivitas tes kebugaran jasmani
1)    Fungsi tes kebugaran jasmani
Kebugaran jasmani merupakan bagian dari total fitness. Dalam total fitness terdaat beberapa komponen yaitu: Anatomical fitness, physiological fitness dan psychological fitness.
Menurut Karpovich, bahwa physical fitness adalah suatu kemampuan untuk melakukan  suatu tugas tertentu yang memerlukan usaha otot. Menurut Direktorat Jenderal Olahraga dan Pemuda, yang dimaksud dengan physical fitness adalah kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan pekerjaan dengan efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti. Tes kesegaran jasmani Indonesia, terdiri dari lima butir tes, dengan rangkaian butir tesnya yaitu: (1) Lari cepat (50 meter), (2) Angkat tubuh (pull-up/ 30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera), (3) Baring duduk (sit-up/60 detik), (4) Loncat tegak (vertical jump), dan (5) Lari jauh (800 m untuk puteri dan 1.000 meter untuk putera).

2)    Bentuk-bentuk tes kebugaran jasmani
Siswa diminta untuk mengamati dan meragakan  aktivitas tes kebugaran jasmani (lari cepat 60 meter) berikut ini.
a.    Aktivitas tes lari cepat 60 meter
1)    Tujuan                   : mengukur kecepatan lari seseorang.
2)    Alat/fasilitas           : lintasan lari, peluit, stopwatch, bendera start dan tiang pancang.
3)    Pelaksanaan         :
a)    Siswa berdiri di belakang garis start dengan sikap berdiri.
b)    Apabila ada aba-aba “ya” siswa lari ke depan secepat mungkin menempuh jarak 50 meter.
c)    Pada saat siswa menyentuh/melewati garis finish stopwatch dihentikan.
4)    Cara memberi skor:
Skor hasil tes yaitu waktu yang dicapai oleh pelari untuk menempuh jarak 50 meter.
Waktu dicatat sampai persepuluh detik.

b.    Aktivitas tes angkat tubuh (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera)
1)    Tujuan                   : mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu.
2)    Alat/fasilitas           : lantai, palang tunggal, stopwatch dan formulir pencatat hasil.
3)    Pelaksanaan         :
a)    Siswa bergantung pada palang tunggal, sehingga kepala, badan dan tungkai lurus.
b)    Kedua lengan dibuka selebar bahu dan keduanya lurus.
c)    Kemudian siswa mengangkat tubuhnya dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh atau melewati palang tunggal, lalu kembali ke sikap semula.
d)    Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang, tanpa istirahat selama (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera).
4)    Cara memberi skor:
Skor hasil tes yaitu jumlah angkatan tubuh yang dilakukan dengan benar selama (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera). Setiap gerakan angkat tubuh yang tidak benar diberi nilai 0 (nol).

c.    Aktivitas tes baring duduk 60 detik
1)    Tujuan                   : mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut.
2)    Alat/fasilitas           : lantai, palang tunggal, stopwatch dan formulir pencatat hasil.
3)    Pelaksanaan         :
a)    Siawa berbaring di atas lantai/rumput, kedua lutut ditekuk kurang lebih 90 derajat.
b)    Kedua tangan dilipat dan diletakkan di belakang kepala dengan jari tangan saling berkaitan dan kedua lengan menyentuh lantai.
c)    Salah seorang teman membantu memegang dan menekan kedua pergelangan kaki, agar kaki tidak terangkat.
d)    Apabila ada aba-aba “ya”, siswa bergerak mengambil sikap duduk, sehingga kedua sikunya menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap semula.
e)    Lakukan gerakan itu berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat dalam waktu 60 detik.
4)    Cara memberi skor:
Skor hasil tes yaitu jumlah baring duduk yang dilakukan dengan benar selama  60 detik. Setiap gerakan angkat tubuh yang tidak benar diberi nilai 0 (nol).

d.    Aktivitas Tes loncat tegak
1)    Tujuan                   : mengukur daya ledak (tenaga eksplosif ) otot tungkai.
2)    Alat/fasilitas           : dinding, papan berwarna gelap berukuran (30 x 150 cm) berskala satuan ukuran sentimeter yang digantung pada dinding dengan ketinggian jarak antara lantai dengan nol pada papan skala ukuran 150 cm, serbuk kapur dan alat penghapus, dan formulir pencatat hasil.
3)    Pelaksanaan :
a)    Siswa berdiri tegak dekat dinding, kedua kaki berada dekat papan dinding di samping tangan kiri atau kanannya.
b)    Kemudian tangan yang berada dekat dinding diangkat lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya.
c)    Kedua tangan lurus berada di samping badan kemudian siswa mengambil sikap awalan dengan membengkokkan kedua lutut dan kedua tangan diayun ke belakang.
d)    Seterusnya siswa meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan berskala dengan tangan yang terdekat dengan dinding, sehingga meninggalkan bekas raihan pada papan berskala. Tanda ini menampilkan tinggi raihan loncatan siswa tersebut.
4)    Cara memberi skor:
Ambil tinggi raihan yang tertinggi dari ketiga kali loncatan, sebagai hasil tes loncat tegak. Hasil loncat tegak diperoleh dengan cara hasil raihan tertinggi dari salah satu loncatan tersebut dikurangi tinggi raihan tanpa loncatan. Contoh: Rasyad tinggi raihan tanpa loncatan 165 cm, sedangkan tinggi raihan loncatannya mencapai 220 cm, maka skor tegaknya yaitu 220 cm – 165 cm = 55 cm.

e.    Aktivitas tes lari jauh (1.000 meter untuk puteri dan 1.200 meter untuk putera)
1)    Tujuan                   : mengukur daya tahan (cardio repiratory endurance)
2)    Alat/fasilitas           : lapangan, bendera start, peluit, stopwatch, nomor dada, tanda/garis start dan finish, dan formulir pencatat hasil.
3)    Pelaksanaan :
a)    siswa berdiri di belakang garis start. Pada aba-aba “siap” siswa mengambil sikap start berdiri untuk siap berlari.
b)    Pada aba-aba “ya” siswa berlari menuju garis finish, dengan menempuh jarak (1.000 meter untuk puteri dan 1.200 meter untuk putera).
c)    Bila ada siswa yang mencuri start, maka siswa tersebut dapat mengulangi tes tersebut.
4)    Cara memberi skor:
Hasil yang dicatat sebagai skor lari 800 meter (puteri) dan 1.000 meter (putera) adalah waktu yang dicapai dalam menempuh jarak tersebut. Hasil dicatat sampai sepersepuluh detik.
Kriteria/norma tes kesegaran jasmani Indonesia (Untuk Peserta Didik

BISA KLIK DISINI 

II.   TUGAS
Setelah Mempelajari/Membaca Materi tersebut diatas, silahkan kerjakan tugas dibawah ini:
1.    Tugas I
Silahkan Klik LINK TUGAS 1
2.    Tugas II
Silahkan Klik LINK  TUGAS II

0 comments:

Posting Komentar

 
Chentantris © 2013. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Top